Jangan Tatap Mata Monyet di Jembatan Ngujang
Jumat, 10 Mei 2013 16:09 WIB

surya/yuli ahmada
Puluhan
monyet biasa berkeliaran di tepi jalan raya di sekitar jembatan Kali
Brantas, Desa Ngujang, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.
TULUNGAGUNG - Mungkin hanya di Tulungagung, belasan bahkan puluhan monyet biasa berkeliaran di tepi jalan raya.
Tepatnya di sekitar jembatan Kali Brantas, Desa Ngujang, Kecamatan Ngantru.
Jembatan itu satu-satunya akses terbaik untuk masuk kawasan kota Tulungagung dari arah Surabaya melalui Kediri.
Habitat monyet liar itu sebetulnya di kompleks pemakaman umum yang sebagian terdapat nisan jenazah warga Belanda era kolonial.
Jarak kompleks makam dengan jembatan sangat dekat. Itu sebabnya, monyet-monyet di sana sering keluar dari kompleks makam, lalu berloncatan di pagar jembatan.
"Monyet-monyet itu tidak berbahaya asalkan jangan menatap langsung matanya. Kalau dia merasa dilihat langsung, biasanya maneni, melawan," pesan Tajudin, warga Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Jumat (10/5/2013).
Betulkah demikian? SURYA Online (Tribunnews.com Network) mencoba lewat jembatan tersebut dan memang begitu tabiat monyet-monyet liar itu.
Meski hanya sebentar dilihat, satu dari belasan monyet di lajur pejalan kaki di atas jembatan itu, ancang-ancang melompat.
Monyet-monyet liar itu juga bereaksi serupa pada pengguna jalan yang menatapnya.
Serta.. kita juga melihat suatu tempat kuburan yang membawa kita pada lubuk hati kita bahwa kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini.. kita akan meninggalkanya.. kita akan kembali pulang ke kampung halaman kita di akhirat.. untuk selama-lamanya.. Ingatkanlah diri kita tentang itu.. Ingatkanlah diri kita tentang Tauhid yang merupakan tujuan hidup kita.. Di dalamya terdapat Kalimat Laa Ilaaha Illalloh.. yang berarti tidak ada yang berhak di sembah atau di 'ibadahi kecuali Alloh Swt. Nah.. kembali lagi.. di Ngujang pun terkenal dengan adanya pesugian.. yang dipercaya orang untuk dapat mendatangkan manfaat dan menghalangi madhorot yang datang... ini adalah perbuatan bathil..yang tidak ada dasarnya dalam agama Islam.. maka jika kalian sudah terjerumus di dalam perbuatan itu... segera saja kita bertaubat.. segera.. tidak ada waktu lagi untuk menundanya..
Janganlah menggunakan perantara apa pun untuk meminta kepada Alloh Swt. kecuali dengan apa yang sudah ditetapkan Alloh Swt. lewat Rosululloh Saw. Boleh menggunakan perantara... tapi jangan menggunakan kuburan sebagai perantaranya.. banhkan menggunakan istilah "Danyangan"... ini adalah perbuatan syirik.. yang dapat menenggelamkan kita pada keterpurukan hati kita... Kita boleh menggunakan perantara yaitu dengan:
Ketika ada pengantin yang melewati jembatan ini pun ada yang melempar ayam... untuk persembahan.. atau berkata permisi kepada penghuni jembatan... ini perbuatan bathil yang tidak ada dasarnya dalam agama islam.. segera tinggalkan hal itu... bertaubat kepada Alloh Swt.
Tepatnya di sekitar jembatan Kali Brantas, Desa Ngujang, Kecamatan Ngantru.
Jembatan itu satu-satunya akses terbaik untuk masuk kawasan kota Tulungagung dari arah Surabaya melalui Kediri.
Habitat monyet liar itu sebetulnya di kompleks pemakaman umum yang sebagian terdapat nisan jenazah warga Belanda era kolonial.
Jarak kompleks makam dengan jembatan sangat dekat. Itu sebabnya, monyet-monyet di sana sering keluar dari kompleks makam, lalu berloncatan di pagar jembatan.
"Monyet-monyet itu tidak berbahaya asalkan jangan menatap langsung matanya. Kalau dia merasa dilihat langsung, biasanya maneni, melawan," pesan Tajudin, warga Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Jumat (10/5/2013).
Betulkah demikian? SURYA Online (Tribunnews.com Network) mencoba lewat jembatan tersebut dan memang begitu tabiat monyet-monyet liar itu.
Meski hanya sebentar dilihat, satu dari belasan monyet di lajur pejalan kaki di atas jembatan itu, ancang-ancang melompat.
Monyet-monyet liar itu juga bereaksi serupa pada pengguna jalan yang menatapnya.
RABU, 11 Februari 2015
Info Tulungagung: Jembatan Ngujang Tulungagung Tempo Dulu
Salah satu yang dapat di kenal dari Tulungagung
Tempo Dulu adalah Jembatan Ngujang Tempo Dulunya...
Jembatan Ngujang ( Ngujang Bridge ) ini sangat bersejarah di kalangan masyarakat Tulungagung. Di sini kita bisa melihat aneka pemandangan bak kita sedang bukan berada di Tulungagung... :) :) ? terus dimana??? Iya.. memang benar.. sungai yang besar.. dan hamparan pemandangan pasir yang merupakan daerah aliran sungai,, para penambang pasir,, kera yang lalu lalang dan memperhatikan kita di karena keherananya melihat aneka kendaraan...mewarnai suasana Jembatan Ngujang...
Semua itu dapat kita temui di Tulungagung Bagian Utara... yang lebih dekat dengan Kabupaten Kediri. Jembatan Ngujang merupakan salah satu jembatan yang membentang dari sisi ke sisi lebar dari Sungai Brantas yang juga melintasi Tulungagung...
Jembatan Ngujang ( Ngujang Bridge ) ini sangat bersejarah di kalangan masyarakat Tulungagung. Di sini kita bisa melihat aneka pemandangan bak kita sedang bukan berada di Tulungagung... :) :) ? terus dimana??? Iya.. memang benar.. sungai yang besar.. dan hamparan pemandangan pasir yang merupakan daerah aliran sungai,, para penambang pasir,, kera yang lalu lalang dan memperhatikan kita di karena keherananya melihat aneka kendaraan...mewarnai suasana Jembatan Ngujang...
Semua itu dapat kita temui di Tulungagung Bagian Utara... yang lebih dekat dengan Kabupaten Kediri. Jembatan Ngujang merupakan salah satu jembatan yang membentang dari sisi ke sisi lebar dari Sungai Brantas yang juga melintasi Tulungagung...
![]() |
| Dokumentasi dari: http://touringrider.wordpress.com |
![]() |
| Dokumentasi dari Internet |
![]() |
| Dokumentasi dari: http://touringrider.wordpress.com |
Kebayang Ga?? kalu Jembatan Ngujang Seperti Ini????
| Dokumentasi Pribadi Jembatan Sukosewu Bojonegoro |
Bagi kalian yang belum tahu dimana lokasi jembatan ngujang ada di
Tulungagung,, lihat peta yang ada di wikimapia.org di bawah ini... (klik
gambarnya jika ingin tahu lokasinya..)
Bila malam pun tiba.. sorot lampu yang
menerawangi jembatan ini semakin membawa kita ke dunia yang berbeda dari
biasanya. Di dunia yang membawa kita melayang diatas sungai dengan
dengungan semilir angin yang merambat melalui celah-celah bulu halus di
badan kita... Jika lebih dari jam sembilan malam.. kadang ada banci
mangkal.. Na'udzubillahi min dzalik... Bagi engkau yang suka
"menggoda" ingin dilayani banci.. atau bermain-main dengan banci.. Mulai
sekarang berhenti dari perbuatan itu.. itu adalah perbuatan maksiat
yang dapat membawa iman kita pada derajat yang paling bawah...
Bagi engkau yang suka "menggoda" ingin dilayani banci.. atau bermain-main dengan banci.. Mulai sekarang berhenti dari perbuatan itu.. itu adalah perbuatan maksiat yang dapat membawa iman kita pada derajat yang paling bawah...
Serta.. kita juga melihat suatu tempat kuburan yang membawa kita pada lubuk hati kita bahwa kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini.. kita akan meninggalkanya.. kita akan kembali pulang ke kampung halaman kita di akhirat.. untuk selama-lamanya.. Ingatkanlah diri kita tentang itu.. Ingatkanlah diri kita tentang Tauhid yang merupakan tujuan hidup kita.. Di dalamya terdapat Kalimat Laa Ilaaha Illalloh.. yang berarti tidak ada yang berhak di sembah atau di 'ibadahi kecuali Alloh Swt. Nah.. kembali lagi.. di Ngujang pun terkenal dengan adanya pesugian.. yang dipercaya orang untuk dapat mendatangkan manfaat dan menghalangi madhorot yang datang... ini adalah perbuatan bathil..yang tidak ada dasarnya dalam agama Islam.. maka jika kalian sudah terjerumus di dalam perbuatan itu... segera saja kita bertaubat.. segera.. tidak ada waktu lagi untuk menundanya..
Janganlah menggunakan perantara apa pun untuk meminta kepada Alloh Swt. kecuali dengan apa yang sudah ditetapkan Alloh Swt. lewat Rosululloh Saw. Boleh menggunakan perantara... tapi jangan menggunakan kuburan sebagai perantaranya.. banhkan menggunakan istilah "Danyangan"... ini adalah perbuatan syirik.. yang dapat menenggelamkan kita pada keterpurukan hati kita... Kita boleh menggunakan perantara yaitu dengan:
- Asma' wa sifat Alloh Swt. (Asma'ul Husna)
- Amal Sholeh yang kalian lakukan
- Orang sholeh yang masih hidup...
Ketika ada pengantin yang melewati jembatan ini pun ada yang melempar ayam... untuk persembahan.. atau berkata permisi kepada penghuni jembatan... ini perbuatan bathil yang tidak ada dasarnya dalam agama islam.. segera tinggalkan hal itu... bertaubat kepada Alloh Swt.
Semua itu ada masanya.. masa-masa di dunia..
masa-masa kita di akhirat.. Nah .. begitu juga jembatan Ngujang pun juga
ada masanya.. masa-masa sekarang dan masa-masa Dahulu.. Dalam
kesempatan ini saya ingin berbagi kepada kalian tentang Ngujang Tempo
dulu... Tulungagung Tempo mengukir banyak kisah tentang keberadaanya di
saat banjir melanda.. disaat orang berharap akan surutnya air di kala
itu.. tetapi sekarang sudah terkotori dengan perbuatan bodoh dari
orang-orang bodoh yaitu prosesi memandikan kyai upas.. berupa tombak
yang diyakini mesti dilakukan sebagai tanda hormat terhadap pusaka
itu... Sekali lagi.. ini adalah perbuatan Bathil... berbahaya bagi
pelakunya ... bahkan bagi orang yang mencoba untuk simpatik
kepadanya...
Ngujang pun mempunyai masa lalu.. Jembatan Ngujang Juga pernah putus pada sekitar tahun 1940an.. Pada saat itu tentu keberadaanya berbeda dengan sekarang yang penuh warna.. yang semakin mendekatkan kita pada suatu masa dimana kita harus meninggalkan dunia ini.
Ngujang pun mempunyai masa lalu.. Jembatan Ngujang Juga pernah putus pada sekitar tahun 1940an.. Pada saat itu tentu keberadaanya berbeda dengan sekarang yang penuh warna.. yang semakin mendekatkan kita pada suatu masa dimana kita harus meninggalkan dunia ini.
![]() |
| Jembatan Ngujang Putus pada tahun 1949 |
![]() |
| Jembatan Ngujang Putus pada tahun 1960 |
Tentunya kalian pasti bertanya-tanya.. dari mana
saya mendapatkan foto ini.. mungkin foto ini diambil ketika bapak ibuk
anda masih kecil..:) Jawabanya.. foto ini merupakan foto dokumentasi
yang terdapat pada studi skripsi teman saya tentang banjir
Tulungagung...
Berikut ini merupakan foto Jembatan Ngujang yang telah diperbaiki pada tahun 1960 saat pernah putus pada tahun itu pula. Di bawah ini adalah Foto Jembatan Ngujang pada tahun 1973. Tampak Jembatan Ngujang dengan konstruksi bersi yang semarak dengan baut yang mengikat antara besi satu dan besi yang lain.
Berikut ini merupakan foto Jembatan Ngujang yang telah diperbaiki pada tahun 1960 saat pernah putus pada tahun itu pula. Di bawah ini adalah Foto Jembatan Ngujang pada tahun 1973. Tampak Jembatan Ngujang dengan konstruksi bersi yang semarak dengan baut yang mengikat antara besi satu dan besi yang lain.
![]() |
| Jembatan Ngujang pada tahun 1973 |








Tidak ada komentar:
Posting Komentar